хХх::[Dunia Remaja Indonesia]::хХх
MAAF, FORUM DUNIA REMAJA INDONESIA PINDAH KE http://nadakeras.taro.tv/forum

Join the forum, it's quick and easy

хХх::[Dunia Remaja Indonesia]::хХх
MAAF, FORUM DUNIA REMAJA INDONESIA PINDAH KE http://nadakeras.taro.tv/forum
хХх::[Dunia Remaja Indonesia]::хХх
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.
хХх::[Dunia Remaja Indonesia]::хХх

Situs/Web/Forum/Blog dan Komunitas Remaja (Indonesian Only)


You are not connected. Please login or register

Kiamat Badai Matahari 2012

Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

1Kiamat Badai Matahari 2012 Empty Kiamat Badai Matahari 2012 Sun 20 Jun 2010, 01:10

ralqis

ralqis
[DRI] Pendiri

Matahari secara teratur berinteraksi dengan bumi sehingga penting
bagi para ahli fisika matahari untuk terus memahami aktivitas matahari.
Periode badai matahari dapat mengganggu keamanan satelit dan jaringan
listrik.
Tidak hanya itu, astronot dapat terkena dampak dari semburan radiasi akibat badai matahari, oleh karena itu, para
ahli harus mendapatkan prediksi lengkap soal ini.
“Kami sedang mengamati sesuatu yang tidak biasa dari apa yang kami
lihat selama 100 tahun ini,” kata David Hathaway dari Marshall Space
Flight Center, NASA, di Huntsville, Alaska.
Dalam sebuah konferensi, 4 ahli fisika matahari menampilkan 4 metode
berbeda untuk mengukur dan memahami siklus matahari.
Bintik matahari merupakan area konsentrasi magnetis yang muncul
seperti bintik hitam di permukaan matahari. Alur aktivitas magnetis
matahari sangat berkaitan dengan bintik matahari yang membentuk siklus
matahari.
Secara umum, siklus terakhir sekitar 11 tahun dan membutuhkan 5,5
tahun untuk bergerak dari siklum minimum matahari periode di mana hanya
terdapat sedikit bintik matahari. Selanjutnya bintik terus bertambah
maksimum.
“Siklus terbaru merupakan kondisi minimum yang tidak biasa dari
jumlah tertinggi tanpa bintik matahari yang diamati peneliti sejak
1913,” ujar Hathaway.
Hathaway dan tim peneliti melakukan pengukuran yang disebut meridional
flow
di mana sirkulasi materi bintang dari kutub matahari
berputar di sekitaran kutub tersebut. Alur ini sering berdampak pada
kekuatan siklus.
Ilmuwan menjelaskan perubahan dalam struktur alur ini serta level
aktivitas geomagnetis berkaitan dengan frekuensi minimum dan maksimum
dari siklus matahari.
Dalam pendekatan yang berbeda, Sushanta Tripathy dari National Solar
Observatory menggunakan frekuensi dari osilasi akustik untuk melihat
ciri dari perubahan siklus aktivitas matahari.
Tripathy menemukan bahwa perubahan frekuensi akustik, di sebagian
besar tempat berkaitan dengan aktivitas matahari. Namun selama
pergerakan minimum, ia menyadari bahwa frekuensi gelombang yang
menyelimuti sebagian besar wilayah matahari menyebabkan ini keluar dari
jalur aktivitas matahari.
Dua bentuk gempa telah terdeteksi menggunakan osilasiakustik yang
belum pernah dilihat pada siklus sebelumnya, ujar Tripathy yang memimpin
penelitian perpanjanganan minimum antara siklus 23 dan 24 yang tidak
biasa.
Frank Hill yang juga berasal dari National Solar Observatory
melakukan pendekatan yang berbeda dengan memprediksi siklus bintik
matahari berdasarkan fenomena di matahari yang berkaitan dengan arus
pancaran di matahari.
Aliran timur-barat di permukaan matahari pertama kali ditemukan pada
1980 dan dikenal sebagai torsional oscillation. Arus pancaran
ini hadir di kedalaman setidaknya 105 ribu kilometer di bawah permukaan
matahari. Dan Hill bersama tim penelitinya mampu menjelaskan perilaku
ini di kedalaman 966 kilometer.
Ini menunjukkan bahwa aliran muncul dengan baik sebelum level dari
aktivitas matahari meningkat. Ini mendorong peneliti menyimpulkan adanya
hubungan beberapa mekanisme yang memicu kemunculan sebelum aktivitas
onset.
Sementara pengamatan atas arus pancaran matahari ini dapat berguna
untuk memprediksi waktu siklus matahari, namun dibutuhkan data yang
lebih lengkap untuk memastikan akurasi metode ini.
Di pendekatan lain, Julia Saba dari SP System dan Goddard Space
Flight Center, NASA, di Greenbelt, menggunakan X-Ray dan indikator
kekuatan lahan magnetis sebagai cara memprediksi waktu penanda bagi
siklus matahari ini.
Saba menggunakan pemetaan magnetis dari matahari yang disebut synoptic
charts
untuk mengamati siklus matahari ke 21 hingga 23 dan 24.
Dengan mengevaluasi kecendrungan dalam aktivitas X-Ray, Saba mampu
memprediksi kejadian sekitar 18 bulan mendatang dan akan lebih akurat
setidaknya 2 bulan.
“Pada bulan Mei 2010, kita melihat siklus 24 secara jelas di bawah
jalur, meskipun saat ini cukup sunyi di wilayah selatan pada umumnya,”
ujar Saba.



Terakhir diubah oleh [ralqis] tanggal Sun 20 Jun 2010, 01:12, total 1 kali diubah

https://www.facebook.com/profile.php?id=100001069460412

2Kiamat Badai Matahari 2012 Empty Re: Kiamat Badai Matahari 2012 Sun 20 Jun 2010, 01:10

ralqis

ralqis
[DRI] Pendiri

Dalam peringatan terbarunya, NASA menyebut badai super akan memukul
seperti “kilat” dan bisa menimbulkan konsekuensi bencana bagi dunia,
layanan darurat dan keamanan nasional kecuali tindakan pencegahan
diambil.
Para ilmuwan percaya badai itu dapat merusak segala sesuatu dari
sistem layanan darurat, peralatan rumah
sakit, perbankan dan perangkat sistem pengendalian lalu lintas udara,
hingga barang sehari-hariseperti komputer di rumah, iPod dan penerima
siaran satelit.
Karena ketergantungan manusia pada perangkat elektronik yang sensitif
terhadap energi magnetik, maka badai bisa meninggalkan kerugian
multitriliun dan menimbulkan masalah bagi pemerintah.
“Kami tahu ini akan datang, tapi kami tidak tahu seberapa buruk,”
kata Dr Richard Fisher, direktur divisi Heliophysics NASA, kepada Koran
Telegraph dalam sebuah wawancara.
“Badai itu akan mengganggu perangkat komunikasi seperti satelit dan
navigasi mobil, perjalanan udara, sistem perbankan, komputer dan segala
sesuatu yang elektronik. Ini akan menimbulkan masalah besar bagi dunia.
“Sebagian besar wilayah akan tanpa listrik dan untuk memperbaiki
kerusakan akan berat dan membutuhkan waktu.”
Dalam sebuah konferensi cuaca ruang angkasa di Washington DC pekan
lalu yang dihadiri oleh para ilmuwan NASA, pembuat kebijakan, peneliti
dan pejabat pemerintah juga mengeluarkan peringatan serupa.
Dr Fisher (69) mengatakan badai dari matahari yang mencapai suhu
lebih dari 5500C itu tidak semua orang akan menghadapi.
Siklus energi magnetik matahari mencapai puncak setiap 22 tahun,
sedangkan jumlah bintik matahari mencapai tingkat maksimum setiap 11
tahun.
Dr Fisher yang merupakan ilmuwan NASA selama 20 tahun, mengatakan
gabungan dua kejadian itu pada 2013 akan menghasilkan tingkat radiasi
besar.
Dia mengatakan sebagian besar wilayah dunia bisa menghadapi hidup
tanpa listrik selama beberapa bulan.

https://www.facebook.com/profile.php?id=100001069460412

3Kiamat Badai Matahari 2012 Empty Re: Kiamat Badai Matahari 2012 Sun 20 Jun 2010, 01:11

ralqis

ralqis
[DRI] Pendiri

Aktivitas matahari bakal semakin aktif dan akan mengakibatkan efek
negatif bagi Bumi.
Untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk, sejumlah ilmuwan matahari
terkemuka berkumpul di Washington DC, AS Selasa lalu, 8 Juni 2010,
untuk membahas cara terbaik melindungi satelit-satelit Bumi dan sistem
vital dari badai matahari.
Badai matahari terjadi saat beberapa titik matahari meletus dan
memuntahkan cipratan partikel yang bisa merusak. Aktivitas ini
berlangsung dalam siklus 11 tahun sekali.
“Matahari telah bangun dari tidur panjangnya. Dan dalam beberapa
tahun ke depan kita akan melihat aktivitas matahari dalam level yang
lebih tinggi,” kata Kepala Divisi Heliophysics NASA, Richard Fisher,
seperti dimuat laman Christian Science Monitor.
“Di saat yang sama masyarakat teknologi sedang mengembangkan
kepekaan baru menghadapi badai matahari.”
Masyarakat di abad 21 sangat bergantung pada sistem berteknologi
tinggi dalam kehidupan sehari-hari yang rentan pada akibat badai
matahari.
Navigasi GPS, perjalanan udara, jasa keuangan dan komunikasi radio
darurat semua bisa mati mendadak oleh aktivitas matahari.
Kerusakan ekonomi yang diakibatkan badai matahari diperkirakan dua
puluh kali lebih besar dari Badai Katrina — demikian peringatan yang
dikeluarkan National Academy of Sciences dalam sebuah laporan tahun
2008.
Untungnya, banyak kerusakan dapat diatasi jika mengetahui kapan
badai akan datang. Itulah sebabnya pemahaman cuaca matahari yang lebih
baik dan kemampuan untuk memberikan peringatan dini, sangat penting.
Menempatkan satelit di ’safe mode’ dan melepaskan transformator agar
dapat melindungi elektronik dari lonjakan listrik yang merusak.
“Prakiraan cuaca luar angkasa ini masih dalam pengembangan, tapi
kami membuat kemajuan yang cepat,” kata Thomas Bogdan, direktur
Nasional Kelautan dan Atmosfer AS (NOAA).
NASA dan NOAA bekerja sama untuk mengelola armada satelit yang
memantau matahari dan membantu untuk memprediksi perubahan surya.
Sepasang pesawat ruang angkasa yang disebut stereo (Solar
Terrestrial Relations Observatory) ditempatkan di sisi berlawanan dari
matahari, yang bisa menampilkan gabungan dari 90 persen dari permukaan
matahari.
Selain itu, SDO (yang Solar Dinamika Observatory), yang baru saja
diluncurkan pada bulan Februari 2010, bisa menghasilkan foto bagian
aktif yang baru di permukaan matahari.
Juga, sebuah satelit tua yang disebut Advanced Komposisi Explorer
(ACE), yang diluncurkan pada tahun 1997, masih memantau matahari.
“Saya percaya kami berada di ambang era baru di mana cuaca ruang
angkasa dapat berpengaruh dalam kehidupan kita sehari-hari seperti
cuaca bumi biasa.” kata Fisher. “Bagi kami, ini sangat serius.
Sumber: Vivanews.com

https://www.facebook.com/profile.php?id=100001069460412

4Kiamat Badai Matahari 2012 Empty Re: Kiamat Badai Matahari 2012 Sun 20 Jun 2010, 01:11

ralqis

ralqis
[DRI] Pendiri

National Academy of Sciences AS memperingatkan, jaringan listrik
sangat serius rentan terhadap ledakan yang berasal dari matahari.
Berdasarkan konsensus ilmiah dari banyak ahli ledakan itu akan
mencapai klimaks dan paling ganas pada akhir 2012 atau awal
2013.National Academy of Sciences (NAS) yang didirikan oleh Abraham
Lincoln saat Perang Sipil itu seperti
Mahkamah Agung dalam memberikan pendapat ilmiah di AS juga di seluruh
dunia.
Mereka mengeluarkan pendapat untuk di AS saja sebanyak 130 juta orang
terpaksa akan tanpa listrik selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun,
jika terkena ledakan besar dikenal sebagai coronal mass ejection
(CME), dari matahari.
Efek dari ketiadaan listrik, dalam beberapa jam distribusi air minum
akan terhenti, makanan yang mudah rusak dan obat akan hilang dalam
12-24 jam, layanan telepon, transportasi, pasokan bahan bakar dan
lainnya juga terganggu.
Listrik itu mungkin perlu berbulan-bulan untuk perbaikan, sehingga
layanan darurat, perbankan, bursa saham bahkan komando dan kontrol
militer dan penegakan hukum tidak beroperasi.
Selama 150 tahun terakhir bumi setidaknya telah terkena dua kali CME,
yakni peristiwa Carrington di 1859 dan Great Magnetik Storm tahun 1921
yang cukup kuat untuk menghancurkan kehidupan kita pada saat ini, jika
ledakan serupa memukul bumi pada hari ini.
Ledakan tidak menyebabkan masalah nyata di masa lalu karena tidak ada
jaringan listrik. Bahkan pada tahun 1921, kota-kota yang memiliki
generator hanya berukuran sangat kecil dan tidak seperti megavoltase
pada saat ini.
Jika CME mengguncang permukaan bumi, beberapa akan muncul kembali
dari tanah dan memutus sekering dari gulungan tembaga transformator yang
menghubungkan pembangkit listrik satu dengan yang lain.
Masalah ini tidak dapat dibenahi di lokasi, dan biasanya perlu
diganti total. Sementara tidak ada yang memproduksi transformator
seperti di Amerika Serikat dan di pasar dunia harus menunggu 1-3 tahun.
Beberapa ilmuwan mengatakan untuk tidak perlu khawatir, aktivitas
matahari begitu rendah hari ini yang bisa klimaks pada 2012-2013.
Dan biasanya, medan magnet bumi melindungi kita dari ledakan
matahari, seperti saat dampak CME raksasa 1859 atau 1921.
Tetapi perisai bumi itu telah menurun. Pada pertengahan Desember
2008, Themis, satu skuadron lima satelit penelitian NASA menemukan
sebuah lubang, luar biasa besar dari kutub ke khatulistiwa.
“Ketika saya memberitahu rekan-rekan saya, seolah-olah aku mencoba
meyakinkan mereka bahwa matahari terbit dari barat … Ini benar-benar
membalikkan pemahaman kita. Itu dapat mengakibatkan badai magnetik kuat
dari yang kita lihat bertahun-tahun,” kata ilmuwan proyek Themis David
Sibeck dari Pusat Penerbangan Ruang Angkasa.
Badai matahri bukan lelucon dan itu keadaan darurat tapi dapat
dipecahkan. Surge suppressors yang ditempatkan di antara tanah dan
transformator dapat menjaga grid dari kebakaran.
Pemasangan hanya perlu dua atau tiga tahun dan tidak memerlukan
kemajuan teknologi dramatis, hanya beberapa ratus surge suppressors
seukuran mesin cuci ditempatkan di seluruh grid. Biaya diperkirakan
mencapai US$ 300 juta hingga US$ 500 juta untuk seluruh wilayah AS.
Hambatan terbesar adalah kurangnya kemauan politik. Selain itu
jaringan listrik yang tumbuh sembarangan dan tambal sulam.

https://www.facebook.com/profile.php?id=100001069460412

Sponsored content



Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik