хХх::[Dunia Remaja Indonesia]::хХх
MAAF, FORUM DUNIA REMAJA INDONESIA PINDAH KE http://nadakeras.taro.tv/forum

Join the forum, it's quick and easy

хХх::[Dunia Remaja Indonesia]::хХх
MAAF, FORUM DUNIA REMAJA INDONESIA PINDAH KE http://nadakeras.taro.tv/forum
хХх::[Dunia Remaja Indonesia]::хХх
Would you like to react to this message? Create an account in a few clicks or log in to continue.
хХх::[Dunia Remaja Indonesia]::хХх

Situs/Web/Forum/Blog dan Komunitas Remaja (Indonesian Only)


You are not connected. Please login or register

Manajemen Keuangan (Analisis Keuangan)

Go down  Message [Halaman 1 dari 1]

ralqis

ralqis
[DRI] Pendiri

Laporan keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
• Laporan neraca
• Laporan laba/rugi
• Laporan Perubahan Ekuitas
• Laporan perubahan posisi keuangan yang dapat disajikan berupa Laporan arus kas atau Laporan arus dana
• Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva, kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi adalah penghasilan dan beban. Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

Haruslah dibedakan antara pengertian Pelaporan keuangan (financial reporting) dan laporan keuangan (financial reports). Pelaporan Keuangan meliputi segala aspek yang berkaitan dengan penyediaan dan peyampaian informasi keuangan. Aspek-aspek tersebut antara lain lembaga yang terlibat (misalnya penyusunan standar, badan pengawas dari pemerintah atau pasar modal, organisasi profesi, dan entitas pelapor), peraturan yang berlaku termasuk PABU (prinsip akuntansi berterima umum atau generally accepted accounting principles/GAAP). Laporan keuangan hanyalah salah satu medium dalam penyampaian informasi. Bahkan seharusnya harus dibedakan pula antara statemen (statement) dan laporan (report)

Pemakai Laporan Keuangan
• Investor
• Karyawan
• Pemberi Pinjaman
• Pemasok dan Kreditor usaha lainnya
• Pelanggan
• Pemerintah
• Masyarakat
Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai. Terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu :
• Dapat Dipahami
• Relevan
• Keandalan
• Dapat diperbandingkan

ASUMSI-ASUMSI LINGKUNGAN
Asumsi-asumsi lingkungan yang dijadikan satu pondasi struktur akuntansi keuangan, adalah:
1. Asumsi entitas akuntansi (the accounting entity assumption)
2. Asumsi periode waktu (the periodicity or period time assumption)
3. Asumsi kelangsungan hidup (the going concern or continuity assuption)
4. Asumsi unit pengukuran atau moneter (the monetary or measuring unit
assuption)

Asumsi Entitas Akuntansi
Aktivitas ekonomi ditimbulkan oleh dunia usaha. Isi penting dari asumsi entitas
akuntansi adalah bahwa para akuntantan harus membukukan dan melaporkan
informasi akuntansi yang sungguh-sungguh merupakan informasi yang bersum-ber dari aktivitas entitas. Asumsi ini membentuk batasan-batasan pada informasi dalam daftar keuangan suatu entitas tertentu. Aktivitas ekonomi suatu entitas harus diperlakukan dalam akuntansi secara terpisah dengan aktivitas ekonomi pri-badi pemilik entitas. Entitas akuntansi di perlukan keberadaannya untuk tujuan laporan keuangan dari satu entitas yang legal maupun terpisah. Sebagai contoh, entitas akuntansi dari suatu perseroan terbatas (satu legal entitas) atau satu divisi, atau satu departemen yang berada dalam satu legal entitas perseroan terbatas; atau satu kumpulan entitas yang legal yang daftar keuangannya disajikan secara konso-lidasi. Dalam hal yang terakhir, walaupun perusahaan induk dengan anak perushaannya meru-pakan perusahaan-perusahaan yang terpisah legalitasnya, mereka harus mengkombinasikan sebagai satu entitas akuntansi untuk tujuan laporan keuangan.

Asumsi Periode Waktu
Karakteristik lain dari lingkungan ekonomi adalah bahwa investor, kreditor dan pihak lainnya yang ingin memutuskan keberlanjutan alokasi kekayaannya dalam satu entitas membutuhkan informasi keuangan secara berkala untuk memban-tunya dalam pengambilan keputusan. Oleh karenanya, untuk keperluan pihak luar
perusahaan yang memerlukan data keuangan secara periodik dalam entitas akuntansi. Asusmsi periode waktu memberi arti bahwa aktivitas ekonomi selama
umur entitas akuntansi dianggap dapat dibagi kedalam berbagai pembagian pe-riode waktu untuk tujuan laporan keuangan. Periode waktu yang digunakan dalam
pelaporan keuangan biasanya satu tahun, walaupun laporan keuangan se-lalu
disajikan dalam periode waktu yang lebih singkat seperti satu bulanan, triwulan atau semesteran.
Asumsi Kelangsungan Hidup.
Lingkunagan ekonomi juga dikarakteristikan oleh entitas usaha yang berharapan
untuk melanjutkan operasinya dalam waktu yang terus menerus. Walaupun
terkadang adakalanya beberapa usaha yang mengalami kesulitan keuangan dan
dapat menghentikan operasinya, seperti terjadi dalam keadaan tidak normal.
Asumsi kelangsungan hidup memberi arti bahwa dalam ketiadaan bukti yang
bertentangan, dianggap bahwa usaha akan beroperasi secara berkesinambungan,
paling tidak selama masa perencanaan, komitmen dan perjanjian yang ada. Asumsi
ini dapat dijelaskan dengan baik dengan analog pada cara orang berke-lakuan
terhadap hidup. Kebanyakan orang tidak mempunyai alasan berharap mati dalam
waktu yang dekat dan berkelakuan seakan-akan hidup selama-lamanya, tetapi
terdapat bukti kuat bahwa orang akan mati. Walaupun mereka menyadari bahwa
meraka tidak dapat hidup selamanya, hingga ia menumui bukti kuat akan
kematiannya seperti umur tua atau sakit, mereka akan selalu terus berktivitas dan berfikir seakan-akan ia akan tetap hidup selamanya. Sama halnya dengan para akuntan menganggap bahwa entitas akuntansi memiliki suatu umur dimasa akan datang yang tidak dapat ditentukan lamanya, kecuali didapatinya bukti kuat yang menunjukkan bahwa operasi entitas akan terhenti. Jika satu entitas terlihat tidak dapat berkelanjutan, dapat dilakukan perubahan metode akuntansi dan pelaporannya. Seperti contoh, dengan melakukan laporan nilai likwidasi dalam daftar keuangan jika terdapat keraguan atas ke-mampuan perusahaan untuk melanjutkan operasinya dimasa yang akan datang. Akuntansi untuk entitas yang demikian ini tidak dibahas dalam tulisan ini.

Asumsi Unit Pengukuran atau Moneter
Pertukaran dalam masyarakat Indonesia adalah dalam rupiah. Oleh karenanya,
bahwa rupiah atau yang sama dengan rupiah (transaksi tidak menggunakan uang
tunai) harus menjadi pengukuran hasil aktivitas ekonomi dari satu entitas akuntansi, dan harus dilaporkan dalam rupiah. Persyaratan asumsi ini mene-kankan bahwa rupiah mempunyai karakteristik yaitu stabil dalam berbagai waktu. Sepeti halnya dengan ukuran panjang satu meter pada tahun 1965 harus-nya sama dengan ukuran satu meter juga ditahun 2001, demikian juga halnya dalam rupiah. Nilai rupih tahun 2001 harus sama dengan nilai rupiah pada tahun 1965. Dalam asumsi ini terdapat kelemahan pengukuran dengan rupiah. Daya beli umum (general purchasing power) rupiah pada tahun 2001 tidak sama dengan daya beli umum rupiah pada tahun 1965. Jika terjadi inflasi, daya beli umum rupiah menurun, banyak orang mempertanyakan apakah rupiah dapat dijadikan sebagai unit pengukuran yang tepat untuk tujuan pelaporan keuangan. Satu usulan alternatif adalah bahwa daya beli umum rupiah harus tetap menjadi unit pengukuran dalam pelaporan keuangan.

Karakteristik dan Keterbatasan Informasi Daftar Keuangan.
Daftar keuangan menyajikan informasi yang bersifat keuangan dan umunya
terkuantifikasi dan dinyatakan dalam satuan uang. Informasi lainnya dapat dijelaskan didalam daftar keuangan, kebanyakan isi daftar keuangan melibatkan
proses penambahan, pengurangan, pengalian dan pembagian angka-angka.
Memenuhi persyaratan dalam GAAP, pengukurannya dinyatakan dalam satuan uang. Oleh karenaya satu diantara kelemahannya adalah bahwa unit pengukuran dibuat hanya dalam satuan uang.
Angka-angka yang dilaporakan daftar keuangan sering merupakan ukuran kira-kira ketimbang yang bersifat pengukuran eksak. Angka yang dilaporakan melibatkan estimasi, alokasi, iktisar klasifikasi dan pertimbangan. Oleh kare-nanya pengukuran presisi terabaikan dalam daftar keuangan. Hal ini merupakan keterbatasan kedua dari informasi yang disjikan dalam daftar keuangan. Sebagai contoh adalah beban penyusutan dilaporkan dalam daftar perhitungan laba-rugi untuk satu periode didasarkan satu konvensi akuntansi, seperti metode garis lurus, bukanlah suatu metode yang dapat mengukur jum-lah harta tersusutkan secara nyata selama dalam pemakaiannya.
Daftar keuangan menyajikan informasi terutama menyangkut pencerminan pengaruh transaksi dan kejadian yang telah terjadi, dari pada hal-hal yang menyangkut harapan dan proyeksi di masa akan datang. Walaupun estimasi-estimasi merupakan didasarkan pada harapan dimasa akan datang mungkin digunakan dalam pelaporan keuangan, namun normalnya, digunakan untuk menentukan pengaruh keuangan dari transaksi atau kejadian masa lalu atau menentukan status harta dan hutang pada saat kini. Sebagai contoh, dalam kasus harta yang dapat menyusut, ditaksir umur pakainya dan nilai sisanya dimasa akan datang dalam perhitungan penentuan beban penyusutan untuk menyempurnakan periode akuntansi. Kenyataan bahwa daftar keuangan menyajikan informasi yang sebahagian besar bersifat masa lalu, ini merupakan keterbatasan dari informasi daftar keuangan.

ELEMEN-ELEMEN DAFTAR KEUANGAN
Elemen-elemen daftar keuangan adalah “the building block with which financial
statement are constructed – the classes of items that financial statements comprise.”
7 Elemen-elemen dasar – harta, hutang, ekuitas, pendapatan, beban, keuntungan
(gain), kerugian (loss), dan laba/rugi bersih – adalah gambaran atau
pernyataan ungkapan dari sumber-sumber ekonomi suatu entitas, klaim atau hak
atas sumber-sumber tersebut, dan pengaruh transaksi keuangan atau kejadian-kejadian
ekonomi lainnya yang menyebabkan perubahan dalam sumber ekonomi
atau klaim atas sumber dimaksud.
Definisi elemen-elemen daftar keuangan adalah penting sebab definisi membe-rikan pedoman didalam menentukan bagaimana satu transaksi atau kejadian ekonomi lainnya harus diakuntansikan dan dilaporkan dalam daftar keuangan. Misalnya, anggaplah bahwa satu perusahan pabrikasi tiba-tiba menemukan pada sebidang tanah yang dimilikya dimana diatasnya terdapat bangunan terdapat beribu ton mineral yang berharga. Apakah mineral tersebut dicatat sebagai harta?
Apakah penemuan tersebut menimbulkan pendapatan? Sebagai contoh lainnya, anggaplah sebuah perusahaan besar membentuk suatu perencanan pensiun untuk para karyawannya. Perusahaan menyetujui untuk memberikan pinjaman kredit kepada karyawan mengingat jasa yang telah diberikannya sebelum rencana tersebut dilaksanakan sebagai manfaat pensiun sebelum karyawan berhenti bekerja. Adakah kewajiban untuk membayar manfaat kepada siapa yang menerima pinjaman yang diberikan perusahaan (sebagai hutang) pada saat rencana pensiun dibentuk?
Contoh-contoh dan pertanyaan-pertanyaan tersebut mengambarkan pentingnya
definisi berbagai elemen daftar keuangan.

https://www.facebook.com/profile.php?id=100001069460412

ralqis

ralqis
[DRI] Pendiri

Harta
Harta adalah manfaat ekonomi di masa datang yang mungkin diperoleh atau
dikendalikan oleh satu entitas tertentu sebagai satu akibat dari transaksi atau
peristiwa masa lalu. Ada tiga karakteristik penting yang dijelaskan dalam definisi
tersebut. Pertama, satu harta memiliki manfaat ekonomi di masa datang atau jasa potensi di masa datang yang membentuk arus kas positif. 8 Kedua, satu entitas dapat memperoleh manfaat ekonomi di masa datang dari penggunaan harta dan dapat mengendalikan entitas lain yang menggunakan manfaat tersebut. Contoh, satu jalan negara dibangun didepan pabrik suatu perusahaan, tentunya memberikan kemungkinan manfaat bagi perusahaan. Namun, jalan tersebut bukanlah harta perusahaan sebab entitas lain dapat dengan bebas menggunakan manfaat jalan tersebut. Beda halnya dengan pembangunan jalan masuk kedalam areal pabrik yang dibangun oleh perusahaan adalah harta perusahaan. Ketiga, transaksi yang menimbulkan manfaat ekonomi di masa datang telah terjadi, artinya manfaat ekonomi masa datang tidak bergantung pada transaksi atau peristiwa di masa datang. Untuk mengilustrasikannya, satu kontrak dapat menyerukan kepada satu perusahaan untuk membeli satu barang khusus yang diserahkan oleh perusahaan 8 Arus kas positif dapat secara langsung atau tidak langsung. Contoh, satu perkiraan piutang memiliki satu manfaat arus kas langsung dimasa datang. Dalam hal lain arus kas masuk yang berhubungan dengan sebuah
mesin adalah tidak langsung, jika mesin digunakan untuk memproduksi satu produk yang kemudian dijual untuk memperoleh kas.
kedua pada masa datang. Perusahaan yang menanda tangani kontrak pembelian
tersebut untuk membeli barang-barang tersebut tidak memperlakukannya sebagai harta perusahaan sebab penyerahan barang tersebut belum terjadi. Peristiwa seperti ini adalah suatu persetujuan janji yang disebut dengan executory contract. Pada saat sekarang ini, hak-hak yang tedapat dalam satu execotory contact tidak dipandang memiliki karakteristik suatu harta.

Hutang
Hutang adalah pengorban yang mungkin terjadi di masa datang dari manfaat
ekonomi yang timbul dari kewajian sekarang satu entitas untuk menyerahkan harta atau jasa kepada entitas lain di masa datang sebagai akibat dari transaksi atau peristiwa dimasa datang. Ada tiga karakteristik hutang yang terlihat dalam definisi tersebut. Pertama, satu hutang mewajibkan satu perusahaan menyerahkan kas atau harta lainnya atau jasa pada masa akan datang. Contoh, hutang dividen dalam bentuk kas adalah hutang sebab pengumuman satu dividen tunai mewajib-kan perusahaan untuk menyerahkan kas kepada pemegang saham pada saat tanggal pembayaran jatuh tempo. Pembagian dividen dalam bentuk saham, pada saat pengumumannya tidak menimbulkan adany hutang sebab kewajiaban perusahaan adalah membagi-bagikan saham yang dimiliki perusahaan, senbagai ganti kas, atau harta lain atau jasa, kepada pemegang saham. Kedua, kewajiban untuk menyerahkan harta atau jasa harus nyata kepada satu entitas tertentu. Contoh, Jika perusahaan A menjamin untuk membayar sebuah wesel (note) yang dikeluarkan oleh perusahaan B jika terjadi peristiwa perusahaan B tidak mampu melunasinya pada saat jatuh tempo. Perusahaan A tidak terrbebani satu hutang sebagai akibat dari jaminan tersebut. Kewajiban perusahaan sebagai penjamin akan menjadi hutang hanya jika perusahaan B gagal untuk membayar wesel tersebut. Ketiga, Transaksi atau peristiwa yang mewajibkan satu entitas menyerahkan harta atau jasa harus telah benar terjadi. Kembali pada contoh definisi harta diatas, perse-tujuan untuk membeli barang di masa datang tidak menimbulkan hutang. Satu kewajiban untuk membayar harga barang timbul hanya jika barang tersebut telah diterima dimasa datang.

Ekuitas
Equitas atau harta bersih adalah hak residu dari perusahaan setelah kewajibanya telah dikurangi. Sebabnya ekuitas itu merupakan hak residu adalah karena ekuitas tidak dapat diukur secara bebas dari pengaruh harta dan hutang. Hubung-an antara harta, hutang dan ekuitas dalam basis persamaan akuntansi adalah:
Harta = Hutang + Ekuitas
atau ditransformasi sebagai:
Ekuitas = Harta – Hutang
Ekuitas, terkadang disebut juga sebagai ekuitas pemegang saham (stockholders’
equity) atau ekuitas pemilik (owners’ equity). Investasi oleh para pemilik dan
pendistribusian modal kepada pemilik disebut transaksi ekuitas (equity transaction) atau transaksi modal (capital transaction). Satu transaksi penjualan saham milik perusahaan merupakan investasi oleh pemilik. Dividen tunai yang diumumkan dan dibayar oleh satu perusahaan kepada pemegang saham biasa disebut sebagai pendistribusian kepada pemilik. Keduanya, pengeluaran saham dan pembayaran dividen adalah transaksi ekuitas.

Pendapatan
Pedapatan adalah arus masuk harta atau penyelesaian hutang, atau keduanya,
selama satu periode sebagai akibat dari penyerahan atau produksi barang, pemberian jasa, atau aktivitas yang mendatangkan keuntungan lainnya yang merupakan operasi utama satu entitas. Ada dua karakteristik penting pendapatan yaitu pendapatan (1) timbul dari aktivitas yang mendatangkan keuntungan utama, (2) sifatnya, terjadi berulang-ulang atau berkelanjutan. Contoh, penjualan secara grosiran oleh satu supermarket tiap tahunnya menghasilkan pendapatan, sementara penjualan tanah milik satu supermarket yang dekat dengan gudang bukanlah sebagai pendapatan melainkan menghasilkan keuntungan (gain) atau kerugian (loss). Keutungan dan kerugian akan didefinisikan dan dibedakan dengan pendapatan dan beban berikutnya). Para ahli teori akuntansi terkadang menjelaskan pendapatan sebagai “keberhasilan entitas” (entity accomplishment) atau “produk usaha” (product of enterprise)

Beban
Beban adalah arus keluar harta atau timbulnya hutang, atau keduanya, selama satu periode sebagai akibat dari penyerahan atau produksi barang, pemberian jasa, atau aktivitas yang mendatangkan keuntungan lainnya yang merupakan ope-rasi utama satu entitas. Karakteristik utama beban adalah terjadi didalam proses pembentukan pendapatan. Menunjuk pada contoh supermarket yang telah dite-rangkan terdahulu, gaji karyawan yang bekerja di supermarket adalah merupakan beban. Beban kadangkala dijelaskan sebagai “usaha entitas” (entity efforts) atau “pengorbanan entitas” yang dihubungkan dengan perolehan pendapatan.

Keuntungan dan Kerugian
Keuntungan (gains) adalah pertambahan equitas atau harta bersih yang timbul dari transaksi yang tidak biasa terjadi pada satu entitas. Keuntungan timbul dari
transaksi atau peristiwa ekonomi yang tidak berakibat pendapatan atau investasi
pemilik. Kerugian (losses) adalah penurunan ekuitas atau harta bersih yang timbul dari transaksi yang tidak biasa terjadi dari satu entitas. Kerugian timbul dari transaksi dan peristiwa ekonomi yang tidak berakibat pada beban atau
pendistibusian pada pemilik ekuitas.
Ada beberapa perbedaan penting antara pendapatan dan keuntungan dan antara
beban dan kerugian. Pertama, pendapatan dan beban berhubungan dangan aktivitas utama suatu perusahaan, sementara keuntungan dan kerugian berhubungan dengan aktivitas yang tidak biasa terjadi. Konsekwensinya, pendapatan dan beban memberikan perbedaan sinyal arus kas dari yang diberikan oleh keuntungan dan kerugian. Untuk mengilustrasikannya, disebabkan pendapatan terus berlangsung sehubungan dengan aktivitas operasi perusahaan, para pengguna daftar keuangan akan mengakses dan meramal arus kas yang berhubungan dengan pen-dapatan dan membuat peramalan pedapatan di masa datang secara berbeda de-ngan arus kas sehubungan dengan keuntungan.
Kedua, pendapatan dan beban menghasilkan arus masuk dan keluar kotor (gross),
sementara keuntungan dan kerugian menghasilakan arus masuk dan keluar bersih
(net). Contoh, pendapatan dari penjualan adalah satu item pendapatan utama dari
satu perusahaan dagang dan menghasilkan arus masuk kotor sumber-sumber yang
berakibat dari aktivitas penjualan. Sebaliknya, satu keuntungan atas penjualan
bangunan, peralatan milik perusahaan berbeda antar nilai buku aktiva tetap dengan kas atau sumber-sumber yang dari penjualan itu.

Laba Bersih dan Rugi Bersih
Menurut GAAP, Laba bersih atau rugi bersih menjelaskan adanya perubahan ekuitas atau perubahan dalam harta bersih dari satu entitas selama satu periode sebagai satu akibat dari transaksi dan peristiwa ekonomi yang mendatangkan pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian. Laba bersih dan rugi bersih meli-puti seluruh perubahan dalam ukuitas selama satu periode, kecuali investasi oleh pemilik dan pendistribusian hasil kepada pemilik, dan perubahan lainya didalam harta bersih (seperti perubahan nilai pasar saham-saham ekuitas yang tidak untuk dijual pada masa berjalan). Secara metematis laba bersih atau rugi bersih ditentu-kan oleh pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian sebagai berikut:
Laba atau rugi bersih = Pendapatan – Beban + Keuntungan – Kerugian
Dalam tulisan ini, sebagaimana dalam praktiknya, istilah perolehan laba (earn-ing), kadang-kadang digunakan sebagai sinonim laba bersih atau sebagai satu cara untuk merangkum elemen-elemen (pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian) yang mendatangkan laba.
Adalah penting untuk diketahui, bahwa penggunaan istilah perolehan laba (earning) sebagai sinonim dari laba (income) berbeda dengan konsep yang dikemukakan oleh FASB dalam Statement of Financial Accounting Concepts No. 5, FASB menyarankan bahwa perolehan laba merupakan satu ukuran kinerja untuk satu periode dan, untuk layaknya, tidak termasuk item-item yang bersifat diluar periode itu, yaitu item-item yang seharusnya berada pada periode lain. Secara khusus FASB mengusulkan bahwa perolehan laba harus tidak termasuk dua kelas berikut ini:
1. “Pengaruh penyesuaian akuntansi tertentu dari periode
terdahulu yang dinyatakan dalam periode berjalan, seperti
cotoh ysng prinsipil dari praktik sekarang ini – pengaruh
kumulatif dari perubahan prinsip akuntansi – yang termasuk
dalam laba bersih tetapi tak termasuk dalam perolehan laba
sebagaimana yang dicantumkan dalam dalam daftar ini.9
2. Perubahan lainnya dalam harta bersih (secara prinsip
perolehan laba dan rugi) yang dinyatakan satu periode,
seperti perubahan nilai pasar investasi pada sekuritas ekuitas
yang dapat dijual (marketable equity securities)
dikelompokkan sebagai satu harta tidak lancar, beberapa
perubahan nilai pasar sekuritas mempunyai praktik akuntansi
khusus untuk scuritas yang dapat dijual, dan penyesuaian
translasi mata uang asing.”10
FASB mengusulakan istilah baru yaitu laba menyeluruh (comprehensive income)
yang akan memasukkan item-item yang tidak dapat dimasukkan kedalam konsep
perolehan keuntungan. Hubungan antara perolehan laba dengan laba menyeluruh di jelaskan dalam Satement of Concepts No.5, yaitu sebagai berikut:

+ Pendapatan
- Beban
+ Keuntungan
- Kerugian
= Perolehana laba
+/- Penyesuaian akuntansi secara kumulatif
+/- Perubahan ekuitas lain yang bukan berasal dari pemilik.
= Laba menyeluruh

Sementara hal ini penting bagi anda untuk memeahami pandangan yang dinyata-kan oleh FASB dalam konsep pernyataanya, anda harus ingat bahwa konsep pernyataan tersebut tidak merujuk GAAP. Walaupun FASB telah mengadopsi pandangan konseptual yang mengharuskan menggunakan istilah laba menyelu-ruh, dalam tulisan ini, akan mengikuti praktik yang ada yaitu menggunakan laba bersih untuk menjelaskan “baris bawah” dari daftar perhitungan laba rugi. Selanjutnya, dalam tulisan ini juga kadang-kadang meng-gunakan istilah pero-lehan laba menggantikan pengertian laba bersih, namun masih konsisten dengan praktik akuntansi yang ada.
Dalam pembahasan objektivitas pelaporan keuangan telah ditunjukkan bahwa
pelaporan keuangan harus menyajikan informasi tentang sumber-sumber eko-nomi, klaim kepada atau hak-hak atas sumber-sumber, dan perubahan dalam sumbersumber dan kewajiban-kewajiban dari laba dan aktivitas lainnya yang membantu mencari tahu arus keadaan kas suatu perusahaan. Sumber-sumber ekonomi, klaim kepada dan hak-hak atas sumber-sumber, dan perubahan dalam sumber-sumber dan kewajiban-kewajiban dinyatakan oleh elemen-elemen daftar keuangan yang didefinisikan pada seksi sebelumnya.
Neraca, juga disebut daftar posisi keuangan, melaporkan harta, hutang dan ekuitas suatu perusahaan pada akhir tiap periode akuntansi. Daftar perhitungan laba rugi melaporakan pendapatan, beban, keuntungan, kerugian dan hasil berupa laba atau rugi bersih dan mengikhtisarkan kinerja perolehan keuntungan perusa-haan selama satu periode akuntansi. Daftar perubahan dalam ekuitas pemilik mengikhtisarkan transaksi yang mempengaruhi ekuitas pemilik selama satu periode. Terakhir, daftar arus kas mengikhtisarkan arus kas masuk dan keluar dari aktivitas operasi, aktivitas investasi dan aktivitas keuangan selama periode akuntansi yang bersangkutan. Satu peristiwa ekonomi adalah satu kejadian yang mempunyai akibat pada entitas. Peristiwa ekonomi dapat berada didalam atau diluar entitas. Peristiwa di luar perusahaan terjadi jika satu entitas dipengaruhi oleh sesuatu yang terjadi dilingkungan entitas, seperti aktivitas entitas lainnya, suatu kenaikan biaya pembelian bahan baku oleh entitas, atau bencana alam. Peristiwa di dalam perusahaan terjadi didalam entitas itu sendiri, seperti penggunaan bahan baku didalam proses produksi.
Peristiwa ekonomi di luar perusahaan dapat diklasifikasikan sebagai transaksi atau kejadian yang bukan transaksi. Suatu transaksi adalah transfer sesuatu nilai antara dua atau lebih entitas. Jika satu entitas menerima dan menanggung suatu nilai, transaksi adalah satu pertukaran atau transfer timbal balik (reciprocal tran-sfer) dari dan kepada entitas. Suatu perusahaan membeli barang dagangan de-ngan tunai atau dengan kredit adalah suatu transaksi pertukaran. Dalam hal lain, jika transakasi seperti halnya satu perusahaan hanya menerima satu nilai atau hanya menanggung

https://www.facebook.com/profile.php?id=100001069460412

Kembali Ke Atas  Message [Halaman 1 dari 1]

Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik